Hidupsehatku22 - Penyakit arteri perifer (peripheral arterial disease) adalah kondisi pembuluh darah arteri yang menyempit atau tersumbat. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan plak yang terbentuk dari beragam zat dalam darah antara lain yaitu kalsium, lemak, dan kolesterol.

Menurut laporan dalam Journal Techniques in Vascular and Interventional Radiology tahun 2022, penyakit arteri perifer adalah suatu kondisi yang terkait dengan tingginya tingkat morbiditas dan mortalitas kardiovaskular, peningkatan risiko amputasi, kehilangan anggota tubuh, serta penurunan kualitas hidup.

Cara mencegah penyakit ini selain dengan rutin olahraga, pola makan sehari-hari juga sangat berperan. Mengonsumsi makanan tertentu bisa membantu mencegah berkembangnya penyakit arteri perifer dengan mencegah juga faktor risikonya.

Berikut beberapa makanan dengan kandungan tertentu yang bisa bantu cegah penyakit arteri perifer.

1. Asparagus

Dilansir Natures Best The Health and Vitamin Expert, asparagus merupakan salah satu makanan terbaik untuk pembuluh darah arteri. Mengonsumsinya dapat mengurangi risiko terkena penyakit arteri perifer.

Menambahkan asparagus ke dalam asupan makanan sehari-hari merupakan upaya yang baik untuk mencegah terbentuknya plak di dalam pembuluh darah.

Asparagus juga salah satu sayuran terbaik untuk membersihkan plak di dalam arteri. Penyakit arteri perifer sendiri disebabkan karena penumpukan plak di dinding pembuluh darah.

Asparagus bekerja di dalam arteri dengan mengurangi plak yang mungkin menumpuk dari waktu ke waktu. Plak terdiri dari kolesterol, kalsium, protein pembekuan darah (fibrin) dan produk limbah seluler.

Tidak hanya itu, sayuran yang penuh serat dan mineral ini meningkatkan produksi glutathione, antioksidan yang berperan melawan peradangan dan mencegah oksidasi yang merusak. Arteri sangat rentan terhadap peradangan dan oksidasi. Peradangan dan oksidasi menyebabkan arteri menjadi tersumbat. Sayuran ini juga mengandung asam alfa linoleat dan asam folat untuk mencegah pengerasan pembuluh darah.

2. Cranberry

Dikutip dari Healthline, makan makanan tertentu dapat membantu mencegah penyumbatan arteri. Misalnya buah cranberry, yang telah dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan yang mengesankan.

Buah ini dikemas dengan serat, vitamin, mineral dan senyawa lainnya termasuk antioksidan flavonoid. Antioksidan flavonoid dapat membantu menurunkan kadar gula darah.

Mengonsumsi buah cranberry mengurangi peradangan dan secara signifikan mengurangi faktor aterosklerosis (proses terjadinya penyakit arteri perifer), peningkatan kolesterol jahat (LDL), tekanan darah serta kadar gula darah. Ketiga kondisi tersebut merupa penyebab penyakit arteri perifer.

Buah cranberry dapat membantu mencegah penyumbatan arteri dengan mengurangi peradangan, penumpukan kolesterol, meningkatkan fungsi arteri dan melindungi dari kerusakan sel di dalam tubuh.

3. Salmon

Peradangan adalah respons tubuh terhadap iritasi, infeksi, dan cedera. Peradangan jangka pendek melindungi tubuh, sedangkan peradangan kronis dapat menyebabkan rasa sakit dan kerusakan jangka panjang pada pembuluh darah.

Diterangkan dalam laman Medical News Today, asam lemak omega-3 yang banyak terdapat pada ikan salmon merupakan salah satu makanan antiradang yang paling manjur.

Ikan salmon dapat membantu melawan beberapa jenis peradangan, termasuk peradangan pada pembuluh darah yang berkontribusi langsung dengan penyakit arteri perifer. DominoQQ

Mengonsumsi salmon, atau ikan berlemak lainnya seperti tuna atau ikan kembung, bisa mencegah penyumbatan pembuluh darah sekaligus mampu menurunkan kolesterol jahat.

Penyakit arteri perifer adalah gangguan arteri tersumbat atau menyempit yang disebabkan karena penumpukan plak yang terbentuk dari beragam zat darah termasuk kolesterol.

4. Yoghurt

Kondisi yang paling sering memicu terkena penyakit arteri perifer yaitu obesitas. Orang yang obesitas 1,5 kali lebih mungkin mengembangkan penyakit arteri perifer dengan iskemia ekstremitas kritis (kondisi lebih parah dari arteri perifer) daripada mereka yang memiliki berat badan normal.

Ketika seseorang mengalami obesitas dan mengembangkan penyakit arteri perifer, mereka akan mengalami kesulitan berjalan yang membuatnya lebih susah untuk menurunkan berat badan, karena tidak aktif bergerak.

Jaga berat badan tetap sehat agar terhindar dari obesitas dengan pola makan seimbang dan rutin olahraga. Obesitas bisa menyebabkan penyakit arteri perifer karena menumpuknya lemak di dalam pembuluh darah.

Dikutip dari MyNetDiary, pilih makanan seperti yoghurt untuk dikonsumsi setiap hari. Yoghurt bisa membantu menurunkan berat badan mengingat kandungan proteinnya yang mengenyangkan.

Kandungan probiotik di dalamnya juga bisa melepaskan hormon pengurang nafsu makan seperti glukagon, peptida-1 (GPL-1), dan peptida YY (PYY). Ketiga hormon itu juga bisa membantu tubuh membakar lemak yang menumpuk di aliran darah (merupakan penyebab dari penyakit arteri perifer)

Tidak hanya probiotik, yoghurt juga memiliki kandungan kalsium yang berfungsi untuk mengelola nafsu makan, memelihara fungsi bakteri pada usus, dan menstabilkan kadar gula darah.

5. Daging sapi

Daging sapi adalah sumber vitamin B yang baik. Daging sapi mengandung vitamin B6 dan B12 dalam jumlah yang tinggi. Sebanyak 100 gram daging sapi memasok sekitar sepertiga Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk masing-masing vitamin ini.

Vitamin B, terutama vitamin B12 dan B6, berperan dalam metabolisme homosistein (asam amino sulfhydril). Defisiensi keduanya dapat menaikkan kadar homosistein di dalam darah, karena proses perubahan homosistein menjadi metionin memerlukan vitamin B12 dan B6.

Dilansir Real Simple, kondisi lain yang meningkatkan risiko penyakit arteri perifer yaitu tingginya kadar homosistein di dalam darah. Mengonsumsi daging sapi membantu memenuhi kebutuhan asupan vitamin B6 dan B12, sehingga mencegah terjadinya kenaikan kadar homosistein dalam darah yang berkontribusi langsung terhadap penyakit arteri perifer.

Masih banyak makanan lain yang bisa bantu cegah penyakit arteri perifer. Yang terpenting, selalu utamakan pola makan sehat bergizi seimbang dan rutin olahraga. Selain itu, jangan lupa untuk cek kesehatan ke dokter secara berkala, ya.