Hidupsehatku22 - Daging merah adalah jenis daging yang berasal dari mamalia yang diternakkan. Banyak orang yang menyukainya karena tekstur dan rasanya yang lebih kaya daripada daging ayam dan ikan. Namun, akhir-akhir ini muncul gerakan untuk mengurangi konsumsi tersebut demi menjaga kelestarian lingkungan.

Data dari laman Guardian menunjukkan bahwa konsumsi daging menyumbang 60 persen emisi gas rumah kaca di bidang pertanian. Besar sekali, ya? 

Selain berguna untuk lingkungan, mengurangi atau berhenti makan daging merah juga baik untuk kesehatan. Bagaimana bisa?

1. Daging merah yang diproduksi sekarang berbeda dengan yang dulu

Daging merah adalah jenis makanan yang telah dikonsumsi masyarakat sejak zaman berburu. Namun, seiring waktu ternyata kandungannya berubah. Dulunya hewan penghasil daging dibiarkan berkeliaran bebas dan makan rumput, serangga, atau apa pun yang memang berasal dari alam.

Tentu daging yang dihasilkan berbeda dengan sekarang. Hewan ternak banyak diberi makan bahan kimia, antibiotik, hingga hormon pendorong pertumbuhan.

Tidak hanya itu, agar daging awet hingga sampai ke tangan konsumen, biasanya ada tambahan pengawet yang diberikan. Kandungan bahan kimia dari semua proses tersebut membuat nutrisinya berkurang.

2. Daging merah berkaitan dengan kanker usus besar

Dilansir Healthline, kanker usus besar adalah jenis kanker paling umum keempat di dunia. Daging merah sering disebut sebagai salah satu hal yang memicunya.

Jurnal yang diterbitkan oleh PubMed Central tahun 2015 menyebutkan bahwa terlalu banyak konsumsi makanan tersebut akan meningkatkan risiko kanker usus besar sebanyak 20 hingga 30 persen. Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah memperingatkan bahwa daging merah memang pemicu kanker.

3. Meningkatkan risiko penyakit jantung

Kanker bukanlah satu-satunya penyakit yang berkaitan dengan konsumsi daging merah. Dilansir NBC News, sebuah penelitian tahun 2018 mengatakan bahwa makanan tersebut mendorong tubuh untuk memproduksi zat kimia bernama TMAO. Ia dikenal sebagai hal yang meningkatkan risiko penyakit jantung. 

Menurut European Heart Journal, ketika kita mengonsumsi daging merah terus selama sebulan, TMAO di dalam tubuh akan naik sekitar sepuluh kali lipat. Zat tersebut kemudian akan membuat darah lebih mudah menggumpal, tanda awal dari penyakit jantung dan stroke.

4. Meningkatkan risiko penyakit ginjal

Konsumsi daging merah juga bisa meningkatkan risiko penyakit ginjal. Menurut studi dalam Journal of the American Society of Nephrology, orang yang mengonsumsinya sepanjang hidup memiliki risiko 40 persen lebih tinggi untuk terkena penyakit ginjal kronis stadium akhir. DominoQQ

Hal tersebut disebabkan oleh kandungan protein di dalam makanan tersebut. Jenis daging lain seperti ayam dan ikan tidak memiliki korelasi apa pun dengan penyakit ginjal.

5. Dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2

Penelitian dari Harvard School of Public Health menemukan bahwa risiko diabetes tipe 2 bisa meningkat karena konsumsi daging merah. Risiko tersebut dikatakan meningkat sebesar 19 persen.

Sementara itu, orang yang sering mengonsumsi daging merah olahan mengalami risiko yang lebih tinggi, yaitu sebesar 51 persen. 

Peneliti, Frank Hu, menjelaskan bahwa ada banyak kandungan daging merah yang menyebabkan kondisi tersebut. Mulai dari lemak jenuh, sodium, bahkan zat besi sekalipun. Ketiganya bisa meningkatkan resistansi tubuh terhadap insulin, awal mula dari diabetes tipe 2.

6. Produk olahan daging merah bisa menyebabkan obesitas, awal mula dari berbagai jenis penyakit

Seperti yang kita tahu, makanan olahan tidak baik untuk dikonsumsi terlalu sering, walaupun rasanya enak ya. Sosis, burger, bacon, ham, dan lain sebagainya adalah olahan daging merah yang tinggi lemak jenuh. Terlalu banyak konsumsi makanan tersebut akan menyebabkan kita mengalami peningkatan berat badan yang signifikan. 

Jika dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, obesitas pun tidak bisa dihindari. Ketika seseorang telah mengalami kondisi tersebut, ada banyak penyakit yang lebih mudah menyerang. Di antaranya diabetes, kanker, dan penyakit jantung. 

7. Daging merah mengandung purin, penyebab penyakit asam urat

Jenis makanan yang mengandung purin bisa menyebabkan penyakit asam urat, terutama jika dikonsumsi oleh orang tua. Dilansir US News, daging merah termasuk salah satu makanan yang harus dihindari.

Kamu masih bisa mengonsumsi daging merah sesekali, tetapi dokter menyarankan untuk membatasi jumlah dan intensitasnya. Sebagai ganti asupan protein, sebaiknya kamu memperbanyak konsumsi kacang-kacangan dan daging putih.

8. Meningkatkan kesehatan usus

Mengurangi makan daging cenderung membuat seseorang makan lebih banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian, polong-polongan, dan makanan nabati lainnya. Jenis makanan tersebut cenderung tinggi serat makanan. Serat memberi makan bakteri menguntungkan di usus yang menghasilkan senyawa dengan peran antiinflamasi dan pendukung kekebalan tubuh. Bakteri usus juga dapat berperan dalam mencegah pertumbuhan sel kanker tertentu, memperbaiki komposisi tubuh, dan melindungi kita dari diabetes tipe 2.

Protein nabati dan senyawa bermanfaat yang disebut polifenol yang ditemukan dalam makanan nabati juga dapat membantu menjaga kesehatan usus, menurut laporan dalam jurnal Medicina tahun 2020.

Di sisi lain, beberapa penelitian menunjukkan bahwa lemak dan protein dari sumber hewani dapat mendorong pertumbuhan bakteri usus kurang sehat lainnya yang secara negatif memengaruhi metabolisme dan berperan dalam penyakit jantung.

Secara keseluruhan, makan makanan yang mencakup banyak makanan nabati dan membatasi daging dapat memelihara bakteri yang meningkatkan kesehatan. Namun, mikrobioma usus itu rumit. Diperlukan lebih banyak penelitian tentang topik ini untuk memahami sepenuhnya peran protein hewani dalam kesehatan usus.

Ternyata banyak ya risiko kesehatan dari daging merah. Mengurangi, membatasi, atau menghindari konsumsi daging dapat bermanfaat bagi kesehatan dan lingkungan. Memperbanyak pangan nabati bisa membantu manajemen berat badan, melindungi dari penyakit jantung dan kanker tertentu, serta mendukung usus yang sehat.

Kalau kamu juga ingin mengurangi makan daging demi kesehatan dan bingung untuk memulainya, coba deh tips ini:

*Makan lebih sedikit daging dari porsi yang biasa kamu makan.

*Ganti daging merah dengan daging yang lebih sehat, misalnya dada ayam atau ikan.

*Kurangi makan daging merah dan perbanyak pangan nabati seperti kacang-kacangan, polong-polongan, buah-buahan, dan sayuran.