Hidupsehatku22 - Penyakit arteri perifer atau peripheral artery disease (PAD) merupakan penyempitan pembuluh darah terutama pada tungkai bawah. Penyakit arteri perifer merupakan masalah kesehatan yang berdampak pada kualitas hidup.

Karena pembuluh darah arteri menyempit, penyakit arteri perifer bisa menimbulkan keluhan seperti luka di kaki yang tidak kunjung sembuh, kaki terasa dingin dan membiru, hingga akhirnya kaki menjadi hitam dan membusuk yang berisiko amputasi.

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko penyakit arteri perifer yaitu diabetes, usia yang lebih tua, merokok, hipertensi, hiperkolesterolemia, hiperkalsemia, aktivitas fisik yang tidak memadai, dan kelebihan asupan nutrisi tertentu.

Menurut laporan dalam Journal Clinical Nutrition tahun 2022, kelebihan lima asupan nutrisi ini bisa meningkatkan risiko terkena penyakit arteri perifer. Apa saja nutrisi tersebut dan bagaimana kelebihan asupan dari masing-masing nutrisi ini bisa menyebabkan penyakit arteri perifer?

1. Karbohidrat

Seseorang bisa terkena penyakit arteri perifer dan kondisi pembuluh darah atau jantung lainnya karena kelebihan asupan karbohidrat dalam asupan makanan harian mereka, mengutip laman USA Vascular Centers.

Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat tinggi, seperti nasi atau mi putih, bisa meningkatkan low-density lipoprotein (LDL) alias kolesterol jahat, sehingga menurunkan kolesterol baik di dalam tubuh.

Kolesterol adalah salah satu dari banyak faktor yang dapat berkontribusi langsung terhadap penyakit arteri perifer. Nasi putih tinggi karbohidrat, yang bila dikonsumsi berlebihan bisa berkontribusi pada penumpukan plak di pembuluh darah arteri, dan pada akhirnya akan menyebabkan akumulasi di dalam pembuluh darah arteri yang berpotensi menyebabkan penyakit arteri perifer.

Dengan membatasi konsumsi nasi putih, atau menggantinya dengan sumber karbohidrat yang lebih sehat seperti nasi merah, maka ini bisa membantu mengurangi risiko penyakit arteri perifer.

2. Natrium

Penyakit arteri perifer dapat berkembang pada usia berapapun, tetapi lebih sering terjadi pada individu di atas usia 50 tahun. Penyakit arteri perifer bisa dialami laki-laki maupun perempuan secara setara. Penyakit ini biasanya terbentuk di arteri kaki, tetapi bisa berkembang di arteri lain di dalam tubuh.

Kelebihan asupan natrium bisa menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi). Hipertensi merupakan faktor risiko utama aterosklerosis dan penyakit arteri perifer, dilansir Georgia Vascular Institute.

Penyakit arteri perifer merupakan hasil dari penyempitan atau penyumbatan arteri yang pada gilirannya membawa darah dengan buruk ke titik terjauh di tubuh, seperti lengan dan kaki. Penyempitan arteri ini dikenal dengan aterosklerosis.

Mekanisme bagaimana hipertensi bisa menyebabkan aterosklerosis yang berujung pada penyakit arteri perifer yaitu karena kelainan pada disfungsi sel endotel, aktivasi trombosit dan fibrinolisis, serta kelainan faktor hemostatik.

Batasi asupan garam (sekitar 6 gram natrium) setiap hari dapat membantu menurunkan tekanan darah. Kurangi mengonsumsi makanan tinggi natrium supaya terhindar dari penyakit arteri perifer.

3. Kalsium

Dilansir Mayo Clinic, kalsium adalah mineral yang secara alami ada di dalam tubuh. Kalau tubuh kita kelebihan kadar kalsium, terutama di dalam darah akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman tinggi kalsium, seperti susu, itu bisa berubah menjadi kristal kecil atau endapan kalsium.

Kalsium dapat terkumpul di arteri dan menjadi plak, yang membatasi aliran darah. Endapan kalsium yang terbentuk di arteri kaki dapat membatasi aliran darah, sehingga membuat kaki terasa mati rasa , nyeri, dan kesemutan. Gejala tersebut terjadi akibat kaki tidak mendapatkan cukup darah dan oksigen untuk berfungsi dengan baik, terutama saat berlari atau menaiki tangga. DominoQQ

Jika kamu memiliki gejala nyeri atau mati rasa di kaki, kamu perlu waspada. Bisa jadi kondisi ini diakibatkan oleh aliran darah yang terbatas yang disebabkan oleh penumpukan kalsium di dalam arteri. Kalsium di arteri kaki dapat menyebabkan perkembangan penyakit arteri perifer.

Deteksi dini penumpukan kalsium dapat membantu mencegah perkembangan penyakit arteri perifer. Jika tidak segera ditangani, endapan kalsium di arteri (kalsifikasi arteri) dapat menyebabkan peningkatan risiko komplikasi berbahaya.

4. Protein

Dilansir Genetic Engineering and Biotechnology News, kadar protein tinggi dalam darah secara akurat mendeteksi jenis penyakit arteri perifer yang parah. Protein, yang disebut sintase asam lemak sirkulasi (cFAS), adalah enzim yang memproduksi asam lemak jenuh.

CFAS memainkan peran potensial dalam pembentukan plak di pembuluh darah. Kadar cFAS dalam darah dikaitkan dengan kandungan sintase asam lemak plak yang diambil sampelnya dari arteri femoralis. Para peneliti juga melaporkan bahwa cFAS bersirkulasi melalui aliran darah sambil terikat pada LDL.

Penyakit arteri perifer disebabkan karena penumpukan beragam zat darah di dalam pembuluh darah dan protein termasuk ke dalam zat darah tersebut. Penumpukan ini terjadi karena terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung protein, seperti dada ayam.

Karena kebutuhan asupan nutrisi protein berbeda untuk setiap usia dan jenis kelamin, lebih baik berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

5. Vitamin B12

Dikutip dari WebMD, tekanan darah adalah ukuran kekuatan darah mendorong dinding pembuluh darah. Jantung memompa darah ke pembuluh darah untuk membawa darah ke seluruh tubuh.

Hipertensi berbahaya karena membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah keluar ke tubuh dan berkontribusi pada aterosklerosis.

Vitamin B12 menambah tekanan darah. Oleh karena itu, sebaiknya batasi konsumsi makanan yang tinggi kandungan vitamin B12, misalnya kerang.

Hipertensi membuat plak menjadi lebih mudah terbentuk. Plak yang terbuat dari kolesterol dan bahan lainnya seperti kalsium, protein, dan lemak bisa menumpuk di dinding arteri. Saat plak menumpuk di dinding arteri, kondisi ini akan membatasi aliran darah. Aliran darah yang terbatas inilah yang menyebabkan terjadinya penyakit arteri perifer.

Lima nutrisi di atas sangat penting buat mendukung kesehatan kita. Namun, jika asupannya terlalu berlebihan, ada risiko terjadinya penyakit arteri perifer. Kuncinya adalah mengonsumsi secukupnya lewat pola makan seimbang.